Jakarta | AcnTimes.id – Mutasi besar-besaran pejabat Eselon II di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) kini memicu polemik panas yang mengarah pada isu disharmonisasi di internal Kementerian Keuangan.
Direktur LBH Kantara, Ajie Lingga, S.H., secara tajam menilai bahwa mutasi ini bukan sekadar penyegaran birokrasi biasa, melainkan manuver sistematis kelompok lama yang diduga kuat ingin mempertahankan dominasi di tengah kepemimpinan baru.
Indikasi ketidakharmonisan ini menjadi sorotan publik ketika Dirjen Bea Cukai, Letjen TNI (Purn.) Djaka Budi Utama, secara mencolok tidak hadir pada prosesi pelantikan pejabat Eselon II yang digelar pada Rabu, 28 Januari 2026. Menurut Ajie, ini adalah sinyal kuat adanya resistensi atau ketidaksesuaian pandangan terkait daftar nama pejabat yang dilantik.
Ajie Lingga menyoroti peran strategis Sekjen Kemenkeu, Heru Pambudi, dalam konstelasi mutasi ini. Ia menilai ada upaya sistematis untuk menjaga pengaruh loyalis tertentu, termasuk jaringan lintas instansi yang melibatkan figur-figur lama.
LBH Kantara mencatat, meski pucuk pimpinan kini dipegang oleh figur baru, kekuatan lama tetap tertanam rapi dengan hanya berpindah kursi di posisi-posisi vital.
”Analisa kami terhadap data pelantikan terbaru menunjukkan wajah-wajah lama ini justru kian kokoh di posisi strategis. Ada kesan ini hanya ‘tukar guling’ jabatan untuk mengunci pergerakan reformasi yang ingin dibawa Dirjen baru,” ujar Ajie Lingga, S.H.
Berdasarkan data LBH Kantara, sejumlah posisi kunci kini diisi oleh nama-nama lama:
Gatot Sugeng Wibowo (Sekretaris DJBC)
Susila Brata (Direktur Fasilitas Kepabeanan)
Priyono Triatmojo (Direktur Penindakan dan Penyidikan/Dirdik)
Imik Eko Putro (Direktur Teknis Kepabeanan)
Akhmad Rofiq (Direktur Kepatuhan Internal)
Penguasaan wilayah strategis pun tetap dipegang oleh lingkaran yang sama, seperti Rusman Hadi di Jawa Timur I dan Agus Yulianto di Jawa Tengah & DIY.
Ajie Lingga mengingatkan kembali pernyataan Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa mengenai adanya oknum pejabat yang gemar melakukan praktik adu domba demi mengamankan eksistensi kelompoknya.
Simak berita dan artikel lainnya melalui saluran kami di Channel WhatsApp

Tinggalkan Balasan